Yoghurt Jali, Obat Diabetes Alami Tingkat 2

obat diabetes melitus
Sob, apakah kamu pernah melihat tanaman jali? Tanaman yang mirip padi ini ternyata bijinya dapat digunakan sebagai obat diabetes alami loh, sob. Menurut para peneliti, biji jali yang dijadikan yoghurt dapat digunakan untuk menetralkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tingkat 2. Lalu seperti apa ya cerita mengenai yoghurt biji jali ini? Yuk kita simak ceritanya di bawah ini.

Obat Diabetes Alami Dengan Yoghurt Jali

Sebelum menuju cerita yoghurt jali, rasanya kamu perlu cari tahu dulu deh tentang tanaman jali ini. Tanaman yang mirip padi dengan bijinya sebesar biji kedelai putih ini jika kamu sudah dapat membayangkannya maka kamu tidak akan mengalami kebingungan saat membaca ceritanya. Perlu kita ketahui bahwa biji jali adalah salah satu makanan pokok bangsa Indonesia pada masa kemerdekaan. Namun kini keberadaannya sulit ditemukan karena masih banyak yang belum tahu manfaat dari tanaman jali ini. Coba saja jika banyak masyarakat yang tahu tentang manfaat jali, pasti mereka banyak yang merawat dan menanamnya. Betul, kan? Baiklah kita langsung saja pada cerita yoghurt jali. Jadi begini, beberapa dokter dari Fakultas kedokteran Universitas Atmajaya melakukan riset mengenai tanaman jali. Riset yang dilakukannya adalah menguji kandungan dalam tanaman jali untuk mengetahui efek terhadap penderita diabetes melitus. Dari hasil risetnya itu, tim menyimpulkan bahwa biji jali rupanya dapat digunakan sebagai obat diabetes alami.

Singkat cerita, tim kedokteran dari Universitas Atmajaya ini sebelumnya melakukan riset kepada hewan pengerat yang bernama mencit. Mereka melakukan pengujian ekstrak biji jali selama 30 hari. Hasil yang didapat adalah kadar gula darah dalam mencit ternyata mengalami penurunan yang sangat baik. Dari hipotesis sementara itu, tim kedokteran melakukan riset obat diabetes alami ini kepada penderita diabetes. Sedikitnya 60 responden melakukan uji coba. Untuk melakukan riset ini, tim mengubah ekstrak biji jali menjadi yoghurt agar mudah dinikmati responden.  Hasil yang didapat ternyata para responden mengalami penurunan kadar gula darahnya.

Related posts:

Comments are closed.