Merokok Elektrik Apakah Mengganggu Kesehatan?

toko vaporizer terlengkapBerbagai pro dan kontra sehubungan dengan rokok elektrik yang mulai memasuki Indonesia sejak tahun 2010. Dan meski sudah beredar bebas di berbagai toko online maupun toko offline tetap saja BPOM belum mengeluarkan ijin edarnya. Namun peredaran rokok elektrik hanya berasal dari kementerian perdagangan karena dianggap barang elektronik. Pada awal diciptakannya rokok elektrik ini untuk mengurangi kebiasaan merokok tembakau. Sehingga rokok elektrik dianggap sebagai pengganti rokok tembakau yang selama ini ada. Kontroversi yang timbul tidak membuat para perokok berhenti merokok menggunakan rokok elektrik. Banyak para pakar kesehatan menyebutkan bahwa rokok elektrik berbahaya bagi tubuh namun ada sebagian lagi yang mengatakan aman untuk kesehatan.

Terganggunya Kesehatan Dengan Merokok Elektrik

Meskipun banyak yang mengatakan bahwa rokok elektrik aman tetap saja kandungan yang terdapat dalam cairan rokok elektrik yang memunculkan efek sehingga dapat mengganggu kesehatan. Efek yang ditimbulkan dari paparan uap rokok elektrik bermacam-macam mulai dari kecanduan hingga iritasi pada paru-paru. Bahkan ada yang menyebutkan dapat menyebabkan gangguan pada reproduksi pria. Kandungan yang terdapat pada cairannya memiliki efek seperti pada nikotin yang dapat mengakibatkan kecanduan, Belum lagi kandungan lain seperti propilen glycol, gliserin dan zat perasa. Namun demikian ada zat yang memang ada namun tidak disebutkan seperti adanya kandungan timbal dalam cairan tersebut.

Ada pakar kesehatan menyebutkan bahwa jenis perasa kayu manis dan permen karet justru lebih memiliki efek dapat menyebabkan berkurangnya produksi sperma pada reproduksi pria. Memang zat perisa yang ada cukup aman dikonsumsi namun tetap saja ketika terjadi pemanasan dan mengubah cairan menjadi uap maka akan merubah struktur kimia sehingga efek yang timbul zat yang mengandung racun. Jadi meskipun dalam bentuk uap tetap saja berbahaya bagi kesehatan. Paket vaporizer murah banyak ditawarkan para pedagang baik secara online maupun offline. Sehingga banyak perokok yang beralih ke rokok elektrik yang kalau memang jika dihitung-hitung akan lebih murah daripada rokok tembakau. Namun, meskipun demikian tetap saja efek samping yang ditimbulkan dapat mengganggu kesehatan.