Sekelumit Tentang Candi Borobudur Menurut Para Ahli

Definisi Menurut Para AhliBorobudur, siapa yang tidak mengetahui tentang Borobudur. Semua orang tahu akan keberadaan Borobudur namun hanya sedikit yang mengetahui tentang apa dan bagaimana Borobudur dibuat dan mengapa baru diketemukan pada sekitar tahun 1814. Borobudur yang terletak di daerah Magelang dan terletak di atas bukit menoreh. Dan candi Borobudur sendiri menurut para ahli dibangun sekitar pada tahun 780 Masehi dan merupakan candi Budha terbesar saat ini. Dan diduga dibangun oleh arsitek terkenal pada masa itu yaitu gunadhara. Dan selesai ketika dinasti Syailendra dengan rajanya Samarattungga. Namun pada tahun 842 Masehi pada sebuah prasasti yang menyebutkan bahwa “Kawulan I Bhumi Shambara” yang diduga merupakan nama lain dari Borobudur dan merupakan tempat pemujaan.

Menurut Para Ahli Tentang Candi Borobudur

Tidak banyak informasi yang menyatakan kapan terjadinya keruntuhan akan candi Borobudur tersebut. Namun ada yang menyebutkan pada tahun 950 ketika terjadi letusan gunung Merapi yang cukup besar sehingga menutupi candi. Awal dari penggalian candi Borobudur menurut para ahli adalah tahun 1814 karena seorang Thomas Stamford Raffles menemukan bongkahan batu yang berbentuk bangunan kuno kemudian dilanjutkan oleh Cornelius dengan dibantu oleh ratusan orang untuk membuka dan membersihkan daerah tersebut. Namun misi tersebut belumlah berhasil. Dan pekerjaan tersebut dilanjutkan oleh penguasa Kedu saat itu yaitu Hartman dan dapat selesai pada tahun 1835 dan kemudian melakukan penelitian namun hal tersebut tidak ada dalam catatan karena penelitian tersebut dilakukan secara pribadi oleh Hartman sendiri.

Kemudian pada tahun 1975 dilakukan pemugaran secara besar-besaran oleh UNESCO karena telah terjadi penjarahan benda purbakala dan terbengkalai karena terjadi perang dunia dan perang kemerdekaan. Dan menurut para ahli pemugaran tersebut menghabiskan biaya sekitar US$ 6,901,243 dengan lebih dari 600 orang pekerja. Hingga saat ini candi Borobudur selalu melakukan pembenahan agar tetap terjaga bentuknya meskipun banyak batuan yang sudah tidak asli lagi. Dan dijadikan sebagai situs budaya internasional dan tempat pemujaan pada hari Waisak bagi umat Budha.

Related posts:

Comments are closed.