Alat Mancing Ikan Ala Suku Bajo

mancing ikanBagi masyarakat yang tinggal di dekat laut, memancing atau menangkap ikan merupakan sebuah hal yang biasa. Bahkan, kegiatan tersebut sudah rutin mereka laksanakan sehari-hari demi mencari nafkah. Salah satunya kelompok masyarakat yang masih dan akan terus mencari ikan adalah suku Bajo, tentunya dengan alat mancing ikan yang sederhana dan masih tradisional. Kira-kira alat apa yang mereka pakai? Berikut ulasannya.

Mengenal Rumpon: Alat Mancing Ikan Tradisional Milik Suku Bajo

Suku Bajo memang terkenal sebagai salah satu suku di Indonesia yang memiliki kemampuan yang lebih di bidang kelautan. Selain dikenal jago berenang, ternyata suku Bajo juga memiliki kelebihan memancing ikan. Kelebihan tersebut diantaranya adalah menangkap ikan dengan cara yang unik dan berbeda, yakni dengan alat tradisional bernama rumpon. Rumpon merupakan alat mancing ikan tradisional masyarakat suku Bajo yang sudah digunakan sejak dahulu dan bahkan masih digunakan sampai sekarang. Rumpon merupakan alat memancing yang terbuat dari bambu-bambu yang ditumpuk kemudian diikat. Tumpukan itu kemudian diletakkan sedemikian rupa di tengah laut hingga mengambang. Salah satu warga masyarakat suku Bajo mengatakan, bambu dipilih karena sifatnya yang ringan dan tidak mudah tenggelam. Karena sifatnya yang mudah mengambang, rumpon tersebut harus diikat dengan pemberat yang ditenggelamkan di dasar laut agar tidak mudah hanyut. Tentu saja ikatan tersebut harus dibuat sedemikian rupa sehingga rumpon pun tidak mudah ikut tenggelam.

Penggunaan rumpon berfungsi sebagai tempat berkumpulnya ikan-ikan kecil yang dipakai untuk menangkap ikan tuna. Rumpon tidak hanya berdiri sendiri, biasanya di atasnya dibangun sebuah rumah kecil yang digunakan nelayan untuk beristirahat dan bermalam. Tidak heran karena para nelayan mulai melaut saat sore hari dan kembali keesokan paginya. Saat malam hari, nelayan akan menyalakan sebuah lampu yang kemudian menarik perhatian ikan untuk mendekati alat mancing ikan tersebut. Setelah berkumpul, nelayan bisa menangkap ikan tersebut dengan alat yang disebut ririnta. Ikan-ikan pun siap dijual keesokan harinya. Bagaimana, unik bukan sobat?

Related posts:

Comments are closed.